BERBURU BATU PERMATA DI PASAR RAWABENING

majalah sriarum

Memasuki areal Bursa Batu Aji dan Batu Permata Pasar Rawabening, Jatinegara, Jakarta Timur, kita akan disuguhi pemandangan warna-warni. Pasar yang terletak di depan stasiun kereta api Jatinegara itu, memang dikenal sebagai gudangnya berbagai jenis batu. Batu ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti perhiasan cincin, gelang dan kalung, serta banyak juga yang menganggap batu pembawa berkah dan keberuntungan.
Abdul Mukti baru saja membuka etalase kaca yang masih kosong di toko miliknya. Diambilnya tas hitam besar dari bawah dengan sangat hati-hati, satu per satu batu batu warna-warni pun ia keluarkan. Diteriknya kain serbet dari salah satu laci meja, batu pertama yang ia keluarkan adalah batu berwarna biru terang yang sangat cantik, batu itu jenis Jamrut Rusia yang harganya sekitar dua puluh jutaan. Abdul memang selalu datang untuk bersiap-siap membuka toko batu permatanya setiap pukul setengah delapan pagi, karena pengunjung sudah mulai berdatangan sekitar pukul sembilan ke pasar ini untuk mulai berburu batu-batuan indah.
Pasar Rawabening memang dikenal sebagai pusat batu permata dan batu aji di Jakarta. Pasar ini tak pernah sepi pembeli setiap harinya, keunikan jenis batu dan warna batu itulah yang menjadi daya tarik luar biasa. Para pembeli sudah mulai berdatangan dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Areal tersebut terdiri dari sekitar 350 pedagang batu. Pedagang berskala kecil umumnya menempati lapak-lapak yang telah disediakan, lapak ini bisa mencapai 228 pedagang. Disebut lapak karena tidak berbentuk kios dan berada di kawasan yang terbuka. Sedangkan pedagang berskala besar menempati kios yang telah tersusun rapih di area pertokoan, pedagang tersebut berjumlah 122 kios. “Semua jenis batu untuk perhiasan di jual disini, namun ada kelas-kelasnya. Lapak yang harga sewanya memang jauh lebih murah, menjual batu akik yang murah, pembelinya pun berbeda, biasanya pria-pria yang hanya membeli batu untuk cincin. Murah namun terlihat indah. Sedangkan kalau kios harganya jauh lebih mahal, sasaran pembelinya pun berbeda. Biasanya bisa sampai jutaan, bahkan puluhan juta,” jelas Abdul, yang sudah lima tahun berdagang di Pasar Batu tersebut.
Batu-batuan tersebut beragam harganya. Untuk batu akik harga mulai Rp 5.000 – Rp 100.000, batu ruby atau ‘blue saphire’ sekitar sepuluh juta dan untuk batu jamrud Rusia bisa mencapai dua puluh juta rupiah. Batu ruby, blue saphire dan jamrud Rusia memang jauh mahal karena merupakan batu yang indah dengan bentuk dan warnanya yang beragam. Umumnya pemakai batu ruby, blue saphire dan jamrud Rusia adalah kalangan kelas atas, bahkan mendiang Putri Diana dari Inggris, cincin pertunangannya berhiaskan batu blue saphire. Keindahan warna batu inilah yang membuat ia dibandrol sampai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah.
Harga dari batu perhiasan ini ditentukan oleh jenis, corak, sinar, keindahan, dan keunikannya. Kelangkaan batu tersebut juga turut menentukan harga. Para pembeli umumnya memang penikmat keindahan batu perhiasan. Meskipun nilai jual kembalinya tidak terlalu menguntungkan, namun mereka tidak mepedulikan hal tersebut dan dengan senang hati mengeluarkan uang yang besar guna memiliki perhiasan bertahta batu permata itu. Biasanya para pembeli memang memnggunakan batu ini untuk dikoleksi dan sebagai gengsi mereka. “Saya memang suka membeli batu permata disini, walalupun memang sulit untuk menjualnya kembali, tapi seperti ada kepuasan tersendiri memilih batu dan model yang kita inginkan untuk kita gunakan sebagai perhiasan. Biasanya jenis yang saya beli adalah batu ruby, karena warnanya yang terang dan menarik,”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s